Selasa, 12 April 2011

sosiologi wanita

A. TEORI FEMINIS DAN TEORI SOSIOLOGI. 
     Pendekatan feminis yang sejati terhadap teori mengambil konsep-konsep dan alat-alat analitis yang tepat bagi persoalan  penggalaman wanita tentang ketidakadilan agar membangkitkan aktivisme. Pertama, kita bisa mulai dari suatu pemahaman mengenai kondisi-kondisi kita sendiri (sosiologi dan wanita). Pemahaman ini tidak perlu tergantung pada konsep-konsep nonjenis kelamin dan bahasa, serta mengjauhi kekakuan dikotomi-dikotomi. Sebagai pengganti  asumsi adanya jurang pemisah antara konsep-konseo rasional seperti lingkungan-lingkungan umum dan pribadi, atau antara subjek (periset) dan objek (responden wanita), para teoretisi feminis memperkenalkan kontinuitas di antara mereka (sosiologi tentang wanita). Asumsi baru ini menghilangkan pandangan dua kutub itu. Akhirnya, hasil-hasil dn konsekuensi dari pemikiran kita itu, dapat menilai kemungkinan perubahan bagi wanita (sosiologi untuk wanita).
      Alasan bagi pendekatan feminis terhadap teori seperti itu, bergerak dan kupasan-kupasan yang diuraikan pada bab-bab sebelumnya kearah suatu model integratif yang memperkenalkan kita untuk:
      1. Menguji kemungkinan suatu integrasi teoretis
      2. Memperhitungkan fliktuasi historis
      3. mengembangkan model-model yang bisa diuji serta ditolak melalui penggunaan metodologi-     metodologi feminis dan praksis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar